Berita Lalulintas #@restadepok
Berita Lalu Lintas
BEBAS CALO SATPAS SIM 1221 PASAR SEGAR SATLANTAS POLRESTA DEPOK TERUS BERBENAH
BEBAS CALO SATPAS SIM 1221 PASAR SEGAR SATLANTAS POLRESTA DEPOK TERUS BERBENAH
Kamis, 20 September 2018 03:35 WIB

Depok - (LiraNews.com) Satpas SIM 1221 Polresta Depok terus berbenah diri, terutama dalam memberikan pelayanan yang prima. Hal ini diwujudkan dengan semakin genjarnya pihak Satpas SIM memberantas calo hingga keakar-akarnya. Disamping itu pula pihak Satpas telah memasang spanduk himbauan agar tidak terpengaruh dengan rayuan para calo. Layanan Prima adalah Perioritas. Jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Depok tidak sedikitpun mentolerir calo surat izin mengemudi. Pemberantasan ini sesuai komitmen menciptakan pelayanan prima dalam pengurusan SIM. Pasalnya, salah satu adanya calo akan merugikan masyarakat, dan kurang efektif. Nah, salah satu dokumen penting yang wajib dimiliki pengemudi kendaraan bermotor adalah Surat Izin Mengemudi atau disingkat SIM. SIM ini menjadi bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas, dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor. Sesuai dengan Pasal 77, ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jala, menyebutkan”Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai dengan jenis kendaraan bermotor yang dikemudikan”. Menindaklanjuti aturan tersebut, jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Metro Depok terus melakukan pemberantasan calo seiring komitmennya menciptakan pelayanan prima dalam pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM). Sebab, pembuatan SIM yang melalui calo, selain akan merugikan masyarakat luas, juga ditengarai menjadi penyebab banyaknya angka kecelakaan di jalan raya. Pasalnya, masyarakat yang memilih membuat SIM lewat calo biasanya tidak paham soal tata tertib berlalu lintas. Setelah mempunyai SIM, mereka cenderung akan tetap melanggar lalu lintas yang menjadi penyebab kecelakaan di jalan. Tak sampai disitu, dari sisi ekonomi, biaya membuat SIM lewat calo lebih mahal sampai empat kali lipat dibandingkan mengurus sendiri. “Kami tidak mentolelir keberadaan calo dalam pembuatan SIM karena pemohon yang menggunakan jasa calo sejak awal dipastikan tidak memahami tata tertib berlalu lintas. Setelah punya SIM, mereka akan tetap melanggar lalu lintas. Ini yang sering menjadi penyebab kecelakaan di jalan,” kata Kasat Lantas Polresta Depok, Kompol H. Sutomo. Berbeda dengan pengendara yang mendapatkan SIM dengan mengurus sendiri secara langsung melalui jalur resmi. Mereka dipastikan telah memenuhi persyarat

Berita Lalu Lintas
Clean and Clear, Kiat Jitu Polresta Depok Dalam Meberangus Calo
Clean and Clear, Kiat Jitu Polresta Depok Dalam Meberangus Calo
Kamis, 20 September 2018 03:33 WIB

Tribratanews – Pelayanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) Polresta Depok melakukan pembenahan agar terbebas dari segala bentuk percaloan. Kesulitan menembus ujian pratek dan teori yang menjadi momok perlahan mulai terkikis melalui pemanfaatan teknologi dan pelatihan. Kasat Lantas Polresta Depok Komisaris Polisi (Kompol) Sutomo menegaskan, layanan pembuatan SIM di Pasar Segar dan Mapolres Depok tidak ada lagi celah bagi oknum calo yang memanfaatkan kegagalan dari pemohon SIM. “Gak ada celah buat mereka (calo) untuk bergentayangan di seputar Pasar Segar dan Mapolres Depok,” tegas Kompol Sutomo kepada wartawan di Mapolresta Depok, Rabu (19/9/2018). Sutomo membeberkan jika saat ini pihaknya terus fokus dan komit dalam memberangus segala bentuk aksi percaloan yang kerap meresahkan pemohon serta merusak citra pelayanan publik Polri. “Kami fokus dan komit membersihkan pelayanan dari aksi percaloan. Kami pastikan tidak boleh lagi ada orang luar yang hilir mudik diseputaran layanan SIM Depok,” bebernya. Clean and Clear Jadi Motto IMG-20180919-WA0030 Clean and clear menjadi slogan bagi Polresta Depok dalam memberikan pelayanan prima yang terbebas dari segala bentuk percaloan. Hal ini dapat dilihat dari upaya memperkuat penjagaan dengan menempatan anggota Provos, Brimob dan Sabhara guna melakukan patroli disekitaran Satpas SIM. Selain itu, pihaknya juga berupaya memaksimalkan kinerja Closed Circuit Television (CCTV) dalam memantau gerak-gerik orang asing di seputaran Satpas SIM. Ada pula pemasangan spanduk dan banner yang berisikan himbau-himbauan persuasif, kepada masyarakat untuk tidak mengurus SIM pada calo. “Pokoknya Clean and clear mas, kita sudah kerahkan Provos, Brimob dan Sabhara untuk melakukan patroli. Selain itu ada CCTV juga yang kita maksimalkan,” pungkasnya. TNI-Polri Wajib Ikut Tes IMG-20180919-WA0041Anggota TNI juga wajib ikut tes lho! Sutomo menjelaskan secara gamblang bahwa semua peserta pemohon SIM diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian tes (teori dan praktik). “Semua peserta SIM baik itu sipil maupun Anggota (TNI-Polri) wajib mengikuti ujian, itu sudah jadi peraturan yang mesti kita terapkan,” jelasnya. Agar tidak menyulitkan pemohon SIM, Polresta Depok memberikan pelatihan (praktek) dan pencerahan (teori) gratis agar memiliki bekal ketika hendak mengikuti tahapan tes yang sesungguhnya. Untuk biaya pembuatan SIM, dirinya tetap mengacu Perimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). SIM A baru Rp 120.000 utnuk perpanjangan SIM A Rp 80.000 sedang SIM C baru Rp100.000 dan pepanjangan SIM C Rp 75.000. “Kita menyediakan pelatihan ( praktek ) dan pencerahan (ujian teori) untuk pemohon sehingga pemohon tidak menemukan kesulitan saat tes nantinya. Semua itu gratis,” ulasnya. Sekali lagi Sutomo menampik dengan tegas bahwa ada orang dalam (anggota) yang turut bermain dalam memuluskan aksi percaloan. “Gak ada anggota di sini (Polresta Depok) yang bermain,” tuturnya tegas. (Tribratanews.id/Yori)

Berita Lalu Lintas
Pembuatan SIM Polresta Depok Terapkan Pelayanan Bersih Tanpa Calo
Pembuatan SIM Polresta Depok Terapkan Pelayanan Bersih Tanpa Calo
Kamis, 20 September 2018 03:29 WIB

Depok, Otoritasnews.com – Pelayanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) Polresta Depok melakukan pembenahan agar terbebas dari segala bentuk percaloan. Kesulitan menembus ujian pratek dan teori yang menjadi momok perlahan mulai terkikis melalui pemanfaatan teknologi dan pelatihan. Kasat Lantas Polresta Depok Komisaris Polisi (Kompol) Sutomo menegaskan, layanan pembuatan SIM di Pasar Segar dan Mapolres Depok tidak ada lagi celah bagi oknum calo yang memanfaatkan kegagalan dari pemohon SIM. “Gak ada celah buat mereka (calo) untuk bergentayangan di seputar Pasar Segar dan Mapolres Depok,” tegas Kompol Sutomo kepada wartawan di Mapolresta Depok, Rabu (19/9/2018). Sutomo membeberkan jika saat ini pihaknya terus fokus dan komit dalam memberangus segala bentuk aksi percaloan yang kerap meresahkan pemohon serta merusak citra pelayanan publik Polri. “Kami fokus dan komit membersihkan pelayanan dari aksi percaloan. Kami pastikan tidak boleh lagi ada orang luar yang hilir mudik diseputaran layanan SIM Depok,” bebernya. Clean and Clear Motto Jitu Berangus Calo Anggota Provos dan Sabhara Polres Depok sedang melakukan patroli di sekitaran layanan Satpas SIM Depok. Clean and clear menjadi slogan bagi Polresta Depok dalam memberikan pelayanan prima yang terbebas dari segala bentuk percaloan. Hal ini dapat dilihat dari upaya memperkuat penjagaan dengan menempatan anggota Provos, Brimob dan Sabhara guna melakukan patroli disekitaran Satpas SIM. Selain itu, pihaknya juga berupaya memaksimalkan kinerja Closed Circuit Television (CCTV) dalam memantau gerak-gerik orang asing di seputaran Satpas SIM. Ada pula pemasangan spanduk dan banner yang berisikan himbau-himbauan persuasif, kepada masyarakat untuk tidak mengurus SIM pada calo. “Pokoknya Clean and clear mas, kita sudah kerahkan Provos, Brimob dan Sabhara untuk melakukan patroli. Selain itu ada CCTV juga yang kita maksimalkan,” pungkasnya. Semua Pemohon Wajib Ikut Tes Tanpa Terkecuali

Berita Polres
Puluhan Tokoh Agama di Depok : Kami Tidak Takut Teroris
Puluhan Tokoh Agama di Depok : Kami Tidak Takut Teroris
Selasa, 15 Mei 2018 03:08 WIB

Pasca-ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto mengumpulkan Tokoh Lintas Agama Kota Depok di Gereja Toraja Jalan Pemuda, Kelurahan Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, Senin (14/5) malam. Mereka melakukan Deklarasi Pernyataan Bersama. Pertemuan itu dihadiri k 40 orang diantaranya Ketua Walubi Kota Depok Suratmono, Khong Khucu, Ketua Basalia Depok, Ustadz Syahroni, Ketua PGI Depok, Dedy Romulo, Ketua PCNU Kota Depok, H.Raden Salamun, PHDI Depok, Nyoman Buda Astara, ISKA Depok, Pendeta Darius, . Menurut Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto, dari hasil pertemuan tersebut dihasilkan deklarasi pernyataan bersama yaitu penyesalan terhadap aksi teror dan tebar kebencian tidak ada satupun agama di dunia ini membenarkan cara-cara kekerasan hidup. Tidak takut kepada teroris. Setelah itu ikut belasungkawa terhadap musibah yang terjadi di Surabaya khususnya pada keluarga para korban. “Selain itu atas kejadian teror tersebut tokoh agama mendukung penuh upaya dan langkah-langkah aparat keamanan untuk menindak tegas dan mengusut tuntas terkait motif, pola, dan gerakan pemicu peristiwa. Selain itu pengamanan anggota di gereja-gereja juga,”tambahnya. Mantan Wadirkrimum Polda Metro Jaya ini mengajak seluruh warga khususnya Kota Depok untuk bersatu padu menahan diri,tidak terprovokasi serta terus menggalang solidaritas kemanusian sekaligus menolak segala bentuk kekerasan. Bersama – sama terus menggalang kesatuan dalam keberagaman di Indonesia ini khususnya di Kota Depok. “Kami mengimbau semua umat beragama untuk tidak takut dan terus berdoa kepada Allah yang maha kuasa demi keselamatan Bangsa Negara dan Kota kita ini. Bahwa NKRI dan Pancasila adalah dasar negara yang melandasi kehidupan bermasyarakat kita,”tuturnya. Kegiatan itu juga dihadiri oleh Dandim 0508 Kota Depok Letkol Iskandar M. “TNI Polri akan terus berusaha menjaga situasi tetap aman dan kondusif kita telah melakukan patroli setiap hari sebelum kejadian teror bahkan melibatkan masyarakat dalam melaksanakan Patroli,”tutur Letkol Iskandar.

Berita Polres
Kapolresta Depok Kian Rajin Kunjungi Ulama
Kapolresta Depok Kian Rajin Kunjungi Ulama
Sabtu, 07 April 2018 10:39 WIB

Guna lebih mengenal para ulama, Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto bersama Kapolsek Sawangan Kompol Prasetyo mengunjungi yayasan Pesantren Al Karimiyah di Jalan Haji Maksum RT 02/04, Sawangan Baru, Kota Depok, Jumat (6/4) siang. Selain silahturahmi juga melakukan solat Jumat berjamaah di Masjid Al Aula. Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto mengatakan kegiatan mengunjungi tempat ulama sekaligus tokoh agama Sawangan, Kyai Haji Ahmad Daman Huri merupakan sebagai bentuk menjalin silahturahmi. “Bersama pada ulama dan tokoh agama maupun masyarakat mari kita jaga wilayah Kota Depok menjadi sejuk serta aman dari segala permasalahan gangguan kamtibmas yang ada,” ujarnya di lokasi. Mantan Wadirkrimum Polda Metro Jaya ini mengaku peran serta unsur lapisan masyarakat dalam ikut peran aktif memberikan informasi sekecil apapun di lingkungan ke anggota bisa quick respon. “Mari bersama kita menjaga situasi kondisi keamanan Kota Depok menjadi aman dan kondusif,” tutupnya. Sementara itu pemilik yayasan Pesantren Al Karimiyah, Kyai Haji Ahmad Daman Huri menambahkan mendengar informasi banyak jatuh korban jiwa akibat nenggak miras oplosan dirinya merasa sangat prihatin. “Pihak kepolisian sudah bisa memperketat penjagaan serta keamanan dalam menjaga keamanan dan menindak tegas yang menjual miras oplosan,”tambahnya. Dalam acara juga dihadiri Kasat Lantas Polresta Depok Kompol Sutomo, Kabag Ren, Kompol Suci, Kasat Binmas Kompol Siti Nurhayati, dan Kasat Sabara Kompol Subandi.

Berita Lalu Lintas
Beredar Informasi Pemutihan SIM, Polresta Depok: Itu Hoax
Beredar Informasi Pemutihan SIM, Polresta Depok: Itu Hoax
Jum'at, 06 April 2018 00:40 WIB

Masyarakat dibingungkan dengan beredar informasi ada pemutihan pembuatan SIM di Polres-Polres terdekat. Menurut Kasubnit Regident Polresta Depok Iptu Fitri mengatakan informasi tersebut hoax. “Setelah kita periksa dan menanyakan ke pimpinan, informasi terkait pemutihan pembuatan SIM A, B, C di Polwil atau Polres ternyata tidak benar, itu hoax,” ujarnya kepada Poskota saat dikonfirmasi, Rabu (4/4) siang. Mantan KBO Polresta Depok ini mengaku masyarakat jangan terkecoh dengam beredar informasi yang belum jelas. “Diteliti lebih dahulu informasi yang masuk, dikroscek benar atau tidak, jangan sampai terkecoh oleh hoax,”tambahnya. Pelayanan di Satpas SIM Polresta Depok, lanjut Fitri, sampai saat ini masih berjalan normal dan sesuai mekanisme pembuatan SIM sesuai prosedur yang ada. “Informasi soal pemutihan SIM ini memang banyak jadi tanda tanya di masyarakat. Masyarakat yang tanya sudah kita jelaskan melalui RDCC maupun Aplikasi Hallo Polisi bahwa informasi yang beredar tersebut hoax,” tambahnya.

Berita Polres
Kapolres Depok Imbau Warga Tidak Minum dan Jual Miras Oplosan
Kapolres Depok Imbau Warga Tidak Minum dan Jual Miras Oplosan
Jum'at, 06 April 2018 00:38 WIB

Meningkatnya jumlah korban tewas akibat minum miras (minuman keras) oplosan di Depok, Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto meminta kepada masyarakat untuk melapor jika mengetahui ada penjualan miras diwilayahnya untuk dirazia. “Jika masyarakat mempunyai informasi tentang penjualan miras bisa diinformasikan langsung ke anggota, biar bisa langsung dirazia,”ujar Kapolresta Depok Didik Sugiarto kepada Poskota usai memberikan pengarahan saat apel anggota di lapangan utama Mapolresta Depok, Kamis (5/4/2018) pagi. Kombes Didik menyebutkan dalam memberikan penyampaian ke masyarakat, dirinya bersama anggota melakukan subuh keliling (suling) ke Masjid Agung Al Muhajirin, Jalan Nusantara Raya RT.06/14, Depok Jaya, Pancoran Mas Kota Depok. Usai shalat subuh, Kombes Didik, memberikan pesan kamtibmas seputar pemberantasan narkoba, miras, dan melawan hoax. “Melalui Suling ini kita menjalin tali silahturahmi dengan para ulama dan jemaah masjid. Juga sebagai sarana dan prasarana dalam menyampaikan pesan kamtibmas jika ada suatu kejadian bisa langsung menginformasikan dengan harapan dapat lebih meningkatkan kinerja Polri dalam hal quitrespon setiap kejadian,” tambahnya. Mantan Wadirkrimum Polda Metro Jaya ini menambahkan dirinya menghimbau supaya masyarakat tidak meminum minuman keras apalagi menjual miras membahayakan. “Peristiwa kejadian dua warga Cagar Alam meninggal usai menenggak miras oplosan diduga Gingseng Gaul (GG) harus jadi pelajaran. Untuk itu menghindari bertambahnya korban, berhenti minum dan tidak ada yang menjual miras, ” pungkasnya. Sementara itu dalam kegiatan subuh keliling ini diikuti juga oleh Kasat Binmas Polresta Depok Kompol Siti Nurhayati, Kasat Sabara Polresta Depok Kompol Subandi, Wakapolsek Pancoran Mas AKP Hendro Wiyono, Kanit Binmas Polsek Pancoran Mas AKP Budiono IW, serta imam besar Al Muhajirin KH. Kosim Saleh LC, dan sekitar 100 jamaah lainnya.

Berita Lalu Lintas
Operasi Keselamatan Jaya, Polisi Bagi-bagi Bunga dan Stiker
Operasi Keselamatan Jaya, Polisi Bagi-bagi Bunga dan Stiker
Senin, 05 Maret 2018 02:11 WIB

Anggota Satlantas Polresta Depok membagikan ratusan bunga dan stiker tertib berlalulintas kepada pengendara di Jalan Margonda, Simpang Lamanda, Pancoran Mas, Kota Depok, Senin (5/3) pagi. Pada pembukaan pelaksaan hari pertama Operasi Keselamatan Jaya 2018, anggota Polwan Satlantas didampingi Tim Jaguar Polresta Depok dipimpin Kasat Lantas Kompol Sutomo membagikan sebanyak 100 bunga mawar merah dan putih serta penempelan stiker tertib berlalulintas ke pengendara. “Pembagian bunga dan penempelan stiker kepada pengendara dilakukan oleh para Polwan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat untuk menghimbau menjaga ketertiban berlalulintas di jalan,”ujar Kompol Sutomo kepada Pos Kota. Mantan Kanit Regident Polresta Depok ini mengaku selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Jaya 2018 lebih kepada upaya pencegahan daripada penindakan tilang. “Selama 21 hari Operasi Keselamatan Jaya 2018 mulai Senin (5/3) digelar. Kepada pengendara diharapkan dapat lebih taat peraturan lalulintas dan jadikan pelopor keselamatan dalam menjaga Kamtertibcarlantas di jalan,”ungkapnya. Bagi-bagi Bunga dan Stiker 1Kasat Lantas Polresta Depok Kompol Sutomo bersama Kanit Regident Polresta Depok AKP Rieki bersama Polwan membagikan bunga dsn stiker ke pengendara mobil. (Angga) Sementara itu salah seorang pengemudi mobil, Anto, 45, mengatakan keberadaan anggota polantas khusus di jalan utama seperti Margonda selalu ada. “Dengan ada anggota di jalan setidaknya dapat membantu menjaga kelancaran. Jika terjadi kepadatan lalulintas setidaknya bisa terurai sehingga lalulintas bisa kembali lancar,”katanya. Terkait pelaksaan Operasi Keselamatan Jaya 2018, diharapkan kepada anggota untuk kerja profesional namun kedepankan humanis kepada masyarakat. “Jika ada pengendara melanggar lalulintas yang membahayakan bagi dirinya tilang juga tidak apa-apa,”tutupnya.

Berita Lalu Lintas
Satlantas Polres Depok Gelar Operasi Keselamatan Jaya 2018
Satlantas Polres Depok Gelar Operasi Keselamatan Jaya 2018
Senin, 05 Maret 2018 02:08 WIB

ajaran Satlantas Polresta Depok dipimpin Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto menggelar apel pasukan Operasi Keselamatan Jaya 2018 di lapangan Mapolresta Depok, Kamis (1/3/2018). Kasat Lantas Polresta Depok Kompol Sutomo mengatakan Operasi Keselamatan Jaya 2018 ini akan digelar selama 21 hari terhitung Senin (5/3/2018) sampai Minggu (25/3). “Apel gelar pasukan dipimpin Kapolres ikut serta dari anggota Polri juga beberapa unsur pemerintahan yaitu Pol PP, Dinas Perhubungan,”ujarnya kepada Poskota saat dikonfirmasi. Mantan Kanit Regident Polresta Depok ini mengaku, operasi tersebut bertujuan dalam rangka dapat lebih meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran (Kamseltibcar) berlalu lintas yang sudah diatuar dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). “Titik-titik operasi kita yaitu di Kawasan Tertib Lalulintas (KTL) Jalan Margonda, dan beberapa jalan protokol lainnya. Operasi Keselamatan Jaya 2018 ini sebelumnya menggunakan sandi Simpatik Jaya,”katanya. Dalam kegiatan operasi ini, Kompol Sutomo, untuk menertibkan sejumlah pelanggaran lalu lintas yang kerap dilanggar pengemudi khususnya roda dua. Diantaranya, melawan arus, tidak menggunakan helm, menggunakan handphone saat mengemudi, pengendara belum cukup umur, hingga berboncengan lebih dari satu. “Giat yang dilakukan mengedepankan giat Preemtif, preventif disertai Gakkum (penegakan hukum) secara selektif prioritas guna meningkatkan simpatik masyarakat terhadap Polantas dalam mendukung kebijakan Promoter (Profesional, Modern, Terpercaya) dalam rangka terciptanya Kamseltibcar lantas dengan fungsi lantas sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial diruang publik,” tutupnya. Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto menambahkan meminta selama operasi berjalan masyarakat khususnya pengendara motor serta angkutan umum untuk lebih tertib dan menaati peraturan rambu lalulintas yang ada. “Karena sifatnya simpatik dalam operasi Keselamatan Jaya ini, terlebih sebelum dilakukan tindakan Represif diupayakan Prepemtif dan Preemtif. Jika memang sudah membahayakan bagi pengendara langkah penegakan hukum dapat dilakukan,”tutupnya.

Berita Lalu Lintas
Masuk Jalur Cepat, 3000 Kendaraan Bermotor di Depok Kena Tilang Sejak Awal Februari
Masuk Jalur Cepat, 3000 Kendaraan Bermotor di Depok Kena Tilang Sejak Awal Februari
Selasa, 27 Februari 2018 01:15 WIB

Selama hampir satu bulan penerapan larangan motor dan angkutan kota (angkot) masuk ke jalur cepat di Jalan Margonda, Depok, sedikitnya sudah 3000 kendaraan yang melanggar dan sudah ditilang polisi. Hal itu dikatakan Kasat Lantas Polresta Depok Komisaris Sutomo kepada wartawan, Jumat (23/2/2018). "Sudah sekitar 3000 kendaraan baik motor dan angkot yang kami tilang karena melanggar aturan pemisahan jalur lambat dan jalur cepat di Jalan Margonda sejak awal Februari ini," katanya. Menurut Sutomo dari jumlah kendaraan yang ditilang itu, sekitar 85 persennya adalah kendaraan roda dua atau motor. "Jadi pelanggaran di jalur cepat di Margonda, didominasi oleh pemotor," kata Sutomo. Baca: Sopir Mengantuk, Truk Colt Diesel Adu Hantam dengan Sedan di Jl Raya Pajajaran, Pamulang Ia menyebutkan dari data ini membuktikan bahwa kesadaran pemotor dan pengemudi angkot agar masuk ke jalur lambat di Jalan Margonda masih rendah. "Padahal kami sudah sosialisasikan soal larangan motor dan angkot masuk ke jalur cepat di Margonda ini sejak akhir Desember 2017 lalu, bersama Dishub Depok," kata Sutomo. Karenanya kata dia pihaknya akan terus menurunkan petugasnya di sepanjang Jalan Margonda untuk melakukan penindakan atas penerapan ini. Menurut Sutomo kebijakan pemisahan jalur lambat dan jalur cepat di Jalan Margonda ini, diterapkan untuk meminimalisir kepadatan dan kemacetan yang selalu terjadi di sana. Sutomo, mengatakan untuk penerapan aturan ini, semua rambu lalu lintas penanda dan penunjuk, dimana mesti masuk ke jalur lambat dan dimana boleh masuk ke jalur lancar atau jalur cepat di Jalan Margonda bagi pemotor dan angkot sudah terpasang dengan baik oleh Dishub Depok. "Dengan kebijakan jalur lambat dan jalur cepat ini diharapkan dapat menekan kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Margonda di jam-jam sibuk yakni pada pagi dan sore hari," katanya. Sementara itu, Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Gandara Budiana menuturkan cara ini dilakukan untuk memaksimalkan penggunaan jalur lambat di Jalan Raya Margonda. Tujuannya kata dia selain mengurangi antrean kendaraan atau bahkan kemacetan, diharapkan hal ini menekan angka kecelakaan lalu lintas di Jalan Margonda. "Jadi akan lebih aman bagi pemotor yang melintas di Jalan Margonda," kata Gandara.