Berita Lalulintas #@restadepok
Berita Lalu Lintas
Sosialisasi Jalur Lambat
Sosialisasi Jalur Lambat
Selasa, 09 Januari 2018 01:53 WIB

Petugas Satuan Lalu Lintas Polrestra Depok ( 09/01/2018 ) melaksanakan Sosialisasi pembedaan lajur diperuntukkan untuk angkot & motor agar menggunakan jalur lambat di Jl.Margonda raya, hal ini dilakukan sebagai bentuk menciptakan ketertiban berlalu lintas di Kota Depok.

Berita Lalu Lintas
Perempuan Pengendara Motor Terpelanting Menghantam Aspal dan Tewas di Depok
Perempuan Pengendara Motor Terpelanting Menghantam Aspal dan Tewas di Depok
Selasa, 09 Januari 2018 01:43 WIB

Karena gagal menyalip sepeda motor di depannya, sepeda motor Honda Beat B 6729 ZMI yang dikendarai Elfi Yanti Harahap (22) mengalami kecelakaan. Elfi Yanti berboncengan dengan rekannya Lisma Hayani Siregar (21). Mereka terpelanting ke aspal setelah motor mereka bersenggolan dengan dua sepeda motor lainnya di Jalan Raya Muchtar, Sawangan, Depok, tepatnya di dekat Gang Jati, Minggu (7/1/2018) pukul 07:15. Kedua tubuh perempuan muda itu akhirnya menghantam aspal jalan dengan keras dan sempat terpental. Akibatnya Elfi Yanti Harahap tewas mengenaskan di lokasi kejadian dengan luka terbuka di kepala, memar di dada kiri, patah tulang tangan kiri, serta luka lecet di tangan kaki dan pingggang. Baca: Kadis Bina Marga Bekasi Dampingi Petahana Pilkada 2018 Baca: Bayi Penderita Kelainan Paru-paru dan Ibunya Diusir dari Rumah Kontrakan Sementara Lisma Hayani Siregar, penumpang motor yang dibonceng Elfi Yanti, selamat meski mengalami luka patah tulang kaki kanan. Jenasah Elfi Yanti serta Lisma Hayani yang terluka sempat dibawa ke RSUD Depok, oleh warga sekitar. Selanjutnya jenasah Elfi Yanti yang merupakan warga Kampung Setu RT 3/1, Kelurahan Bintara, Kecamayan Bekasi Barat, Bekasi, diambil keluarga Minggu siang. Sementara Lisma Hayani yang merupakan warga Jalan Raya Parung Ujung, RT 1/6, Kelurahan/Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, serta mengalami patah tulang kaki kanan juga diambil keluarga dari RSUD Depok. Ia dibawa ke pengobatan alternatif akibat patah tulang yang dideritanya. Kanit Laka Lantas Satlantas Polresta Depok Inspektur Satu Joko Irwanto menuturkan peristiwa berawal saat sepeda motor Honda Beat B 6729 ZMI yang dikendarai Elfi Yanti Harahap, berboncengan dengan rekannya Lisma Hayani Siregar melaju dari barat ke timur di Jalan Raya Muchtar atau dari arah Bojongsari ke Pancoran Mas. "Namun di dekat Gang Jati, Sawangan, mereka berusaha hendak mendahului atau menyalip dua sepeda motor lain yang searah dari sebelah kanan. Karena kurang menjaga jarak aman, akhirnya bersenggolan dengan sepeda motor lain yang searah dan mereka tidak dapat menguasai laju kendaraannya," kata Joko kepada Warta Kota, Minggu (7/1/2018). Akibatnya kata Joko, sepeda motor yang dikendarai Elfi Yanti dan Lisma Hayani terpelanting ke kanan setelah bertabrakan dengan sepeda motor lainnya yang searah. "Sepeda motor yang dikendarai korban dan rekannya bersenggolan dan bertabrakan dengan dua sepeda motor lainnya yang searah. Sementara pengendara sepeda motor lain yang tersenggol dan sempat bertabrakan hanya luka ringan saja," kata Joko. Dua sepeda motor yang sempat bersenggolan dan bertabrakan dengan sepeda motor korban adalah motor Honda Vario B 6515 ZCF dan motor Honda Beat F 3957 FBE yang melaju searah di depan korban. "Sepeda motor Honda Vario, dikendarai Hasni Nuraini, usia 28, warga Parung Bingung, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Depok. Sedangkan motor Beat F 3957 FBE dikendarai Ricky Zulkarnain, 38 tahun, warga Kampung Kebon, Cinangka, Depok," katanya. Menurut Joko, dua pengendara motor lainnya itu tidak mengalami luka berat dan hanya luka ringan saja. Selain itu katanya motor korban dan motor Honda Vario yang ditabrak korban mengalami sejumlah kerusakan akibat peristiwa ini dan sempat diamankan pihaknya.

Berita Polres
Pradi: Kita Perang Terhadap Narkotika!
Pradi: Kita Perang Terhadap Narkotika!
Senin, 18 September 2017 02:17 WIB

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna ambil bagian dalam razia obat-obatan keras di sejumlah apotek di Kota Depok, Jumat (15/9) sore. Razia sebagai bentuk tindak lanjut dari efek maut pil PCC, yang sudah menewaskan puluhan anak di Kendari. Razia digagas oleh Satuan Reserse Narkoba Polresta Depok, yang bekerjasama dengan BNN Kota Depok dan Pemkot Depok. Pantaun Radar Depok, salah satu lokasi razia adalah apotek di Jalan KSU, Sukmajaya. Pradi mengaku sangat prihatian atas kasus penyalahgunaan obat keras di Kendari. Lebih-lebih sampai harus merenggut nyawa generasi bangsa. “Dan ini memang PR kita sebagai anak bangsa. Bagimana bisa menjaga generasi muda. Aset masa depan,” ungkap Pradi kepada Radar Depok. Lebih lanjut, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok ini berujar, saat ini obat-obatan keras atau narkotika tidak hanya menyasar kepada usia produktif, namun lebih jauh kepada anak-anak. “Makanya ini (razia) bentuk antisipasi dari Pemkot Depok. Kita perang terhadap narkotika. Bekerja sama dengan Polres (Depok) dan BNN. Insya Allah pada akhirnya narkotika bisa kita cegah,” beber dia. Ia menjelaskan, sudah jelas terdapat peraturan yang melarang peredaran obat tersebut. Karenanya ia menjamin, seluruh apotek yang belum memiliki izin dan menjual pil PCC akan ditutup. “Pengawasan seperti razia sudah dilakukan. Tinggal saat ini bagaimana segala peraturan lebih ditingkatkan,” tegas dia. Seperti diketahui, pada razia tersebut memang tidak ditemukan pil PCC. Namun demikian, Kasat Reserse Narkoba Polresta Depok, Kompol Malvino Sitohang menuturkan, pihaknya berhasil mengamankan beberapa butir pil dumolit, yang namanya sempat beken usai menjerat artis belum lama ini. “Kami tentu akan melakukan razia lagi. Tak hanya hari ini,” pungkasnya.

Berita Polres
Polresta Depok Amankan Aksi Bela Rohingya
Polresta Depok Amankan Aksi Bela Rohingya
Senin, 18 September 2017 02:12 WIB

Aksi damai membela Ronghingya di Jakarta, Polresta Depok menurunkan 100 personil untuk mengamankan pergerakan massa dari Depok. Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polresta Depok Kompol Edison Harefa mengatakan berdasarkan laporan anggota sebelumnya bahwa ada sekitar 6.000 orang yang akan ikut berangkat bergabung menuju ke Jakarta dalam aksi unjuk rasa membela Ronghingya. Tapi berdasarkan data yang ada di lapangan, massa yang bergerak menuju Jakarta tidak mencapai apa yang diperkirakan sebelumnya. “Tercatat ada sekitar 900 orang dari berbagai elemen masyarakat ikut berangkat ke Jakarta dalam aksi damai membela Ronghingnya. Penjagaan pergerakan massa dilakukan dibawah masing-masing personil Polsek,”ujarnya kepada Poskota usai dikonfirmasi, Sabtu (16/9/2017). Perwira yang lama berdinas di Polda Jawa Barat ini mengaku serentak massa yang bergerak menuju ke Jakarta start dari Depok pukul 07:00 WIB. “Berangkatnya bercecer yaitu ada yang menggunakan kereta, dan kebanyakan menggunakan motor. Selama perjalanan anggota mengawal keberangkatan jika yang menggunakan mobil langsung diarahkan masuk Tol Cijago,”tambahnya. (Baca: Massa Peduli Rohingya Tuntut PBB Bertindak!) Sementara itu Kapolsek Limo AKP Iskandar menambahkan massa yang berangkat ke Jakarta ada sekitar 30 orang tergabung dalam simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPC Cinere. “Para simpatisan ini berangkat dua mobil dengan arah Apotik Gandul Jl. Raya Gandul – Jl. Pangkalan Jati – Jl. Cilandak – Mampang Perapatan – Kuningan – Patung Kuda lll(Bunderan HI),” tambahnya. “Penjagaan kita turunkan lima personil dan berjalan aman.”

Berita Lalu Lintas
Polresta: SSA di Depok Harus Dievaluasi Meski Ada Masukan UI
Polresta: SSA di Depok Harus Dievaluasi Meski Ada Masukan UI
Senin, 18 September 2017 02:09 WIB

Polres Depok berharap evaluasi dan kajian secara mendalam berkaitan pemakaian atau uji coba sistem satu arah (SSA) di empat jalan utama harus dilakukan kembali walaupun ada informasi dari pakar UI bahwa kegiatan tersebut efektif . Kewenangan sepenuhnya ada ditangan Pemkot setempat. “Dapat kabar dan informasi hasil kajian secara akademik dari pakar di Universitas Indonesia (UI) program uji coba SSA yang telah berlangsung satu bulan tujuh hari ini berjalan efektif dapat mengurangi kemacetan saat jam sibuk kerja mulai Senin hingga Jumat,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Depok Kompol Sutomo, Sabtu (16/9). Walaupun menurut pakar dari UI uji coba SSA cukup efektif, namun diharapkan jangan terburu-buru memutuskan, tapi harus ada evaluasi lanjutan berkaitan dengan keluhan dan aksi masyarakat sekitar terhadap uji coba SSA tersebut. Menurut dia, masih banyak yang harus dilakukan jika memang SSA akan dipergunakan seperti infrastruktur perlu ada penambahan seperti pelebaran jalan di simpang lima Jalan Nusantara, pertigaan Jalan Kartini dan Jalan Dewi Sartika. Juga perlu memundurkan trafic light persis di pertigaan Ramanda di Jalan Raya Margonda dan Jalan Arief Rahman Hakim, dan sejumlah pita kejut penyeberangan orang di beberapa titik lokasi. Biang Krodit Yang jelas, lanjut Kompol Sutomo, masih ada kendala. Dia menegaskan semua menjadi kewenangan Pemkot Depok untuk memutuskan program SSA dilanjutkan atau tidak. “Karena jajaran Polres Depok khususnya Satlantas hanya pengambilan hukum saja , soal pemegang penuh kewenangan ada di Pemkot Depok,” tegasnya. Untuk kemacetan dan antrean terparah di jalur SSA tersebut terjadi di ruas Jalan Dewi Sartika, khususnya Sabtu dan Minggu kemacetan berimbas hingga ke Jalan Nusantara, Jalan Raya Muhtar dan Jalan Raya Pitara, bahkan termasuk ruas Jalan Raya Margonda sebagian. Ia mengakui kalau hari Sabtu dan Minggu jalan tersebut biang krodit. “Namun jajarannya selalu siap diturunkan untuk mengatur arus lalu lintas di kawasan tersebut,” tuturnya. Sementara itu, Walikota Depok Muhammad Idris, beberapa waktu lalu sampai saat ini memang belum ada keputusan final dipakai atau tidaknya SSA di empat jalan utama Kota Depok. “Kami tetap akan melakukan koordinasi atau rapat evaluasi dengan jajaran terkait seperti Polres, Kodim dan Dishub berkaitan uji coba SSA,” katanya

Berita Lalu Lintas
Polisi: Ojek dan Angkot di Jl Margonda Depok Seperti Laba-laba
Polisi: Ojek dan Angkot di Jl Margonda Depok Seperti Laba-laba
Kamis, 10 Agustus 2017 11:34 WIB

Lalu lintas di Jalan Margonda Raya, Depok, kerap mengalami kemacetan lantaran banyaknya ojek online yang mangkal hingga angkot yang ngetem. Polisi menyebut perilaku ojek dan sopir angkot tidak ubahnya seperti laba-laba. Kok bisa?

Berita Lalu Lintas
Pengendara dan Pengojek Online Dilarang Parkir di Trotoar
Pengendara dan Pengojek Online Dilarang Parkir di Trotoar
Rabu, 09 Agustus 2017 09:02 WIB

Jajaran Polresta Depok melakukan sosialisasi keamanan, keselamatan, ketertiban kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) dan meningkatkan disiplin berlalulintas.

Ragam Kabar Berita
MARI KITA TERTIB BERLALU LINTAS
MARI KITA TERTIB BERLALU LINTAS
Rabu, 09 Agustus 2017 08:43 WIB

Mari kita tertib berlalu lintas.

Berita Lalu Lintas
Pak Ogah di Depok dirangkul sebagai Mitra Polisi dalam membantu tugas Polantas.
Pak Ogah di Depok dirangkul sebagai Mitra Polisi dalam membantu tugas Polantas.
Rabu, 09 Agustus 2017 05:48 WIB

Pada kesempatan apel pagi Satuan Lalu Lintas Polresta Depok ( 9/8/17 ) Kasat Lantas Polresta Depok Kompol Drs H. Sutomo, Msi memberikan arahan kepada seluruh jajaran Lalu Lintas Polresta Depok sekaligus memberikan rompi Mitra Polisi kepada Pak Ogah di Depok. Selain diberikan rompi Mitra Polisi, mereka juga diberikan pengarahan tentang pengetahuan tertib berlalu lintas dan pengaturan lalu lintas.

Berita Lalu Lintas
Pak Ogah di Depok Diberdayakan Ikut Atur Lalu Lintas
Pak Ogah di Depok Diberdayakan Ikut Atur Lalu Lintas
Rabu, 09 Agustus 2017 05:34 WIB

Polisi cepek atau Pak Ogah yang biasa mengatur jalan di perempatan dirangkul pihak kepolisian. Adalah Polres Depok yang menggandeng Pak Ogah ini untuk bersama-sama membantu masyarakat. Mungkin muncul pertanyaan, mengapai Pak Ogah malah dipelihara Polres Depok? Sebenarnya bukan dipelihara, tetapi dengan merangkul mereka, diharapkan bisa ikut membantu mencegah tidak pidana. "Sehingga mereka terkontrol dan tidak terjadi perbuatan pidana, pemberian rompi tujuannya menjaga keselamatan mereka. Karena rawan saat mereka mengatur, tapi tidak terlihat," kata Kasubag Humas Polres Depok AKP Firdaus yang dikonfirmasi kumparan (kumparan.com), Rabu (9/8).