Berita Lalulintas #@restadepok
Berita Polres
Puluhan Tokoh Agama di Depok : Kami Tidak Takut Teroris
Puluhan Tokoh Agama di Depok : Kami Tidak Takut Teroris
Selasa, 15 Mei 2018 03:08 WIB

Pasca-ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto mengumpulkan Tokoh Lintas Agama Kota Depok di Gereja Toraja Jalan Pemuda, Kelurahan Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, Senin (14/5) malam. Mereka melakukan Deklarasi Pernyataan Bersama. Pertemuan itu dihadiri k 40 orang diantaranya Ketua Walubi Kota Depok Suratmono, Khong Khucu, Ketua Basalia Depok, Ustadz Syahroni, Ketua PGI Depok, Dedy Romulo, Ketua PCNU Kota Depok, H.Raden Salamun, PHDI Depok, Nyoman Buda Astara, ISKA Depok, Pendeta Darius, . Menurut Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto, dari hasil pertemuan tersebut dihasilkan deklarasi pernyataan bersama yaitu penyesalan terhadap aksi teror dan tebar kebencian tidak ada satupun agama di dunia ini membenarkan cara-cara kekerasan hidup. Tidak takut kepada teroris. Setelah itu ikut belasungkawa terhadap musibah yang terjadi di Surabaya khususnya pada keluarga para korban. “Selain itu atas kejadian teror tersebut tokoh agama mendukung penuh upaya dan langkah-langkah aparat keamanan untuk menindak tegas dan mengusut tuntas terkait motif, pola, dan gerakan pemicu peristiwa. Selain itu pengamanan anggota di gereja-gereja juga,”tambahnya. Mantan Wadirkrimum Polda Metro Jaya ini mengajak seluruh warga khususnya Kota Depok untuk bersatu padu menahan diri,tidak terprovokasi serta terus menggalang solidaritas kemanusian sekaligus menolak segala bentuk kekerasan. Bersama – sama terus menggalang kesatuan dalam keberagaman di Indonesia ini khususnya di Kota Depok. “Kami mengimbau semua umat beragama untuk tidak takut dan terus berdoa kepada Allah yang maha kuasa demi keselamatan Bangsa Negara dan Kota kita ini. Bahwa NKRI dan Pancasila adalah dasar negara yang melandasi kehidupan bermasyarakat kita,”tuturnya. Kegiatan itu juga dihadiri oleh Dandim 0508 Kota Depok Letkol Iskandar M. “TNI Polri akan terus berusaha menjaga situasi tetap aman dan kondusif kita telah melakukan patroli setiap hari sebelum kejadian teror bahkan melibatkan masyarakat dalam melaksanakan Patroli,”tutur Letkol Iskandar.

Berita Polres
Kapolresta Depok Kian Rajin Kunjungi Ulama
Kapolresta Depok Kian Rajin Kunjungi Ulama
Sabtu, 07 April 2018 10:39 WIB

Guna lebih mengenal para ulama, Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto bersama Kapolsek Sawangan Kompol Prasetyo mengunjungi yayasan Pesantren Al Karimiyah di Jalan Haji Maksum RT 02/04, Sawangan Baru, Kota Depok, Jumat (6/4) siang. Selain silahturahmi juga melakukan solat Jumat berjamaah di Masjid Al Aula. Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto mengatakan kegiatan mengunjungi tempat ulama sekaligus tokoh agama Sawangan, Kyai Haji Ahmad Daman Huri merupakan sebagai bentuk menjalin silahturahmi. “Bersama pada ulama dan tokoh agama maupun masyarakat mari kita jaga wilayah Kota Depok menjadi sejuk serta aman dari segala permasalahan gangguan kamtibmas yang ada,” ujarnya di lokasi. Mantan Wadirkrimum Polda Metro Jaya ini mengaku peran serta unsur lapisan masyarakat dalam ikut peran aktif memberikan informasi sekecil apapun di lingkungan ke anggota bisa quick respon. “Mari bersama kita menjaga situasi kondisi keamanan Kota Depok menjadi aman dan kondusif,” tutupnya. Sementara itu pemilik yayasan Pesantren Al Karimiyah, Kyai Haji Ahmad Daman Huri menambahkan mendengar informasi banyak jatuh korban jiwa akibat nenggak miras oplosan dirinya merasa sangat prihatin. “Pihak kepolisian sudah bisa memperketat penjagaan serta keamanan dalam menjaga keamanan dan menindak tegas yang menjual miras oplosan,”tambahnya. Dalam acara juga dihadiri Kasat Lantas Polresta Depok Kompol Sutomo, Kabag Ren, Kompol Suci, Kasat Binmas Kompol Siti Nurhayati, dan Kasat Sabara Kompol Subandi.

Berita Lalu Lintas
Beredar Informasi Pemutihan SIM, Polresta Depok: Itu Hoax
Beredar Informasi Pemutihan SIM, Polresta Depok: Itu Hoax
Jum'at, 06 April 2018 00:40 WIB

Masyarakat dibingungkan dengan beredar informasi ada pemutihan pembuatan SIM di Polres-Polres terdekat. Menurut Kasubnit Regident Polresta Depok Iptu Fitri mengatakan informasi tersebut hoax. “Setelah kita periksa dan menanyakan ke pimpinan, informasi terkait pemutihan pembuatan SIM A, B, C di Polwil atau Polres ternyata tidak benar, itu hoax,” ujarnya kepada Poskota saat dikonfirmasi, Rabu (4/4) siang. Mantan KBO Polresta Depok ini mengaku masyarakat jangan terkecoh dengam beredar informasi yang belum jelas. “Diteliti lebih dahulu informasi yang masuk, dikroscek benar atau tidak, jangan sampai terkecoh oleh hoax,”tambahnya. Pelayanan di Satpas SIM Polresta Depok, lanjut Fitri, sampai saat ini masih berjalan normal dan sesuai mekanisme pembuatan SIM sesuai prosedur yang ada. “Informasi soal pemutihan SIM ini memang banyak jadi tanda tanya di masyarakat. Masyarakat yang tanya sudah kita jelaskan melalui RDCC maupun Aplikasi Hallo Polisi bahwa informasi yang beredar tersebut hoax,” tambahnya.

Berita Polres
Kapolres Depok Imbau Warga Tidak Minum dan Jual Miras Oplosan
Kapolres Depok Imbau Warga Tidak Minum dan Jual Miras Oplosan
Jum'at, 06 April 2018 00:38 WIB

Meningkatnya jumlah korban tewas akibat minum miras (minuman keras) oplosan di Depok, Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto meminta kepada masyarakat untuk melapor jika mengetahui ada penjualan miras diwilayahnya untuk dirazia. “Jika masyarakat mempunyai informasi tentang penjualan miras bisa diinformasikan langsung ke anggota, biar bisa langsung dirazia,”ujar Kapolresta Depok Didik Sugiarto kepada Poskota usai memberikan pengarahan saat apel anggota di lapangan utama Mapolresta Depok, Kamis (5/4/2018) pagi. Kombes Didik menyebutkan dalam memberikan penyampaian ke masyarakat, dirinya bersama anggota melakukan subuh keliling (suling) ke Masjid Agung Al Muhajirin, Jalan Nusantara Raya RT.06/14, Depok Jaya, Pancoran Mas Kota Depok. Usai shalat subuh, Kombes Didik, memberikan pesan kamtibmas seputar pemberantasan narkoba, miras, dan melawan hoax. “Melalui Suling ini kita menjalin tali silahturahmi dengan para ulama dan jemaah masjid. Juga sebagai sarana dan prasarana dalam menyampaikan pesan kamtibmas jika ada suatu kejadian bisa langsung menginformasikan dengan harapan dapat lebih meningkatkan kinerja Polri dalam hal quitrespon setiap kejadian,” tambahnya. Mantan Wadirkrimum Polda Metro Jaya ini menambahkan dirinya menghimbau supaya masyarakat tidak meminum minuman keras apalagi menjual miras membahayakan. “Peristiwa kejadian dua warga Cagar Alam meninggal usai menenggak miras oplosan diduga Gingseng Gaul (GG) harus jadi pelajaran. Untuk itu menghindari bertambahnya korban, berhenti minum dan tidak ada yang menjual miras, ” pungkasnya. Sementara itu dalam kegiatan subuh keliling ini diikuti juga oleh Kasat Binmas Polresta Depok Kompol Siti Nurhayati, Kasat Sabara Polresta Depok Kompol Subandi, Wakapolsek Pancoran Mas AKP Hendro Wiyono, Kanit Binmas Polsek Pancoran Mas AKP Budiono IW, serta imam besar Al Muhajirin KH. Kosim Saleh LC, dan sekitar 100 jamaah lainnya.

Berita Lalu Lintas
Operasi Keselamatan Jaya, Polisi Bagi-bagi Bunga dan Stiker
Operasi Keselamatan Jaya, Polisi Bagi-bagi Bunga dan Stiker
Senin, 05 Maret 2018 02:11 WIB

Anggota Satlantas Polresta Depok membagikan ratusan bunga dan stiker tertib berlalulintas kepada pengendara di Jalan Margonda, Simpang Lamanda, Pancoran Mas, Kota Depok, Senin (5/3) pagi. Pada pembukaan pelaksaan hari pertama Operasi Keselamatan Jaya 2018, anggota Polwan Satlantas didampingi Tim Jaguar Polresta Depok dipimpin Kasat Lantas Kompol Sutomo membagikan sebanyak 100 bunga mawar merah dan putih serta penempelan stiker tertib berlalulintas ke pengendara. “Pembagian bunga dan penempelan stiker kepada pengendara dilakukan oleh para Polwan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat untuk menghimbau menjaga ketertiban berlalulintas di jalan,”ujar Kompol Sutomo kepada Pos Kota. Mantan Kanit Regident Polresta Depok ini mengaku selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Jaya 2018 lebih kepada upaya pencegahan daripada penindakan tilang. “Selama 21 hari Operasi Keselamatan Jaya 2018 mulai Senin (5/3) digelar. Kepada pengendara diharapkan dapat lebih taat peraturan lalulintas dan jadikan pelopor keselamatan dalam menjaga Kamtertibcarlantas di jalan,”ungkapnya. Bagi-bagi Bunga dan Stiker 1Kasat Lantas Polresta Depok Kompol Sutomo bersama Kanit Regident Polresta Depok AKP Rieki bersama Polwan membagikan bunga dsn stiker ke pengendara mobil. (Angga) Sementara itu salah seorang pengemudi mobil, Anto, 45, mengatakan keberadaan anggota polantas khusus di jalan utama seperti Margonda selalu ada. “Dengan ada anggota di jalan setidaknya dapat membantu menjaga kelancaran. Jika terjadi kepadatan lalulintas setidaknya bisa terurai sehingga lalulintas bisa kembali lancar,”katanya. Terkait pelaksaan Operasi Keselamatan Jaya 2018, diharapkan kepada anggota untuk kerja profesional namun kedepankan humanis kepada masyarakat. “Jika ada pengendara melanggar lalulintas yang membahayakan bagi dirinya tilang juga tidak apa-apa,”tutupnya.

Berita Lalu Lintas
Satlantas Polres Depok Gelar Operasi Keselamatan Jaya 2018
Satlantas Polres Depok Gelar Operasi Keselamatan Jaya 2018
Senin, 05 Maret 2018 02:08 WIB

ajaran Satlantas Polresta Depok dipimpin Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto menggelar apel pasukan Operasi Keselamatan Jaya 2018 di lapangan Mapolresta Depok, Kamis (1/3/2018). Kasat Lantas Polresta Depok Kompol Sutomo mengatakan Operasi Keselamatan Jaya 2018 ini akan digelar selama 21 hari terhitung Senin (5/3/2018) sampai Minggu (25/3). “Apel gelar pasukan dipimpin Kapolres ikut serta dari anggota Polri juga beberapa unsur pemerintahan yaitu Pol PP, Dinas Perhubungan,”ujarnya kepada Poskota saat dikonfirmasi. Mantan Kanit Regident Polresta Depok ini mengaku, operasi tersebut bertujuan dalam rangka dapat lebih meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran (Kamseltibcar) berlalu lintas yang sudah diatuar dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). “Titik-titik operasi kita yaitu di Kawasan Tertib Lalulintas (KTL) Jalan Margonda, dan beberapa jalan protokol lainnya. Operasi Keselamatan Jaya 2018 ini sebelumnya menggunakan sandi Simpatik Jaya,”katanya. Dalam kegiatan operasi ini, Kompol Sutomo, untuk menertibkan sejumlah pelanggaran lalu lintas yang kerap dilanggar pengemudi khususnya roda dua. Diantaranya, melawan arus, tidak menggunakan helm, menggunakan handphone saat mengemudi, pengendara belum cukup umur, hingga berboncengan lebih dari satu. “Giat yang dilakukan mengedepankan giat Preemtif, preventif disertai Gakkum (penegakan hukum) secara selektif prioritas guna meningkatkan simpatik masyarakat terhadap Polantas dalam mendukung kebijakan Promoter (Profesional, Modern, Terpercaya) dalam rangka terciptanya Kamseltibcar lantas dengan fungsi lantas sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial diruang publik,” tutupnya. Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto menambahkan meminta selama operasi berjalan masyarakat khususnya pengendara motor serta angkutan umum untuk lebih tertib dan menaati peraturan rambu lalulintas yang ada. “Karena sifatnya simpatik dalam operasi Keselamatan Jaya ini, terlebih sebelum dilakukan tindakan Represif diupayakan Prepemtif dan Preemtif. Jika memang sudah membahayakan bagi pengendara langkah penegakan hukum dapat dilakukan,”tutupnya.

Berita Lalu Lintas
Masuk Jalur Cepat, 3000 Kendaraan Bermotor di Depok Kena Tilang Sejak Awal Februari
Masuk Jalur Cepat, 3000 Kendaraan Bermotor di Depok Kena Tilang Sejak Awal Februari
Selasa, 27 Februari 2018 01:15 WIB

Selama hampir satu bulan penerapan larangan motor dan angkutan kota (angkot) masuk ke jalur cepat di Jalan Margonda, Depok, sedikitnya sudah 3000 kendaraan yang melanggar dan sudah ditilang polisi. Hal itu dikatakan Kasat Lantas Polresta Depok Komisaris Sutomo kepada wartawan, Jumat (23/2/2018). "Sudah sekitar 3000 kendaraan baik motor dan angkot yang kami tilang karena melanggar aturan pemisahan jalur lambat dan jalur cepat di Jalan Margonda sejak awal Februari ini," katanya. Menurut Sutomo dari jumlah kendaraan yang ditilang itu, sekitar 85 persennya adalah kendaraan roda dua atau motor. "Jadi pelanggaran di jalur cepat di Margonda, didominasi oleh pemotor," kata Sutomo. Baca: Sopir Mengantuk, Truk Colt Diesel Adu Hantam dengan Sedan di Jl Raya Pajajaran, Pamulang Ia menyebutkan dari data ini membuktikan bahwa kesadaran pemotor dan pengemudi angkot agar masuk ke jalur lambat di Jalan Margonda masih rendah. "Padahal kami sudah sosialisasikan soal larangan motor dan angkot masuk ke jalur cepat di Margonda ini sejak akhir Desember 2017 lalu, bersama Dishub Depok," kata Sutomo. Karenanya kata dia pihaknya akan terus menurunkan petugasnya di sepanjang Jalan Margonda untuk melakukan penindakan atas penerapan ini. Menurut Sutomo kebijakan pemisahan jalur lambat dan jalur cepat di Jalan Margonda ini, diterapkan untuk meminimalisir kepadatan dan kemacetan yang selalu terjadi di sana. Sutomo, mengatakan untuk penerapan aturan ini, semua rambu lalu lintas penanda dan penunjuk, dimana mesti masuk ke jalur lambat dan dimana boleh masuk ke jalur lancar atau jalur cepat di Jalan Margonda bagi pemotor dan angkot sudah terpasang dengan baik oleh Dishub Depok. "Dengan kebijakan jalur lambat dan jalur cepat ini diharapkan dapat menekan kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Margonda di jam-jam sibuk yakni pada pagi dan sore hari," katanya. Sementara itu, Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Gandara Budiana menuturkan cara ini dilakukan untuk memaksimalkan penggunaan jalur lambat di Jalan Raya Margonda. Tujuannya kata dia selain mengurangi antrean kendaraan atau bahkan kemacetan, diharapkan hal ini menekan angka kecelakaan lalu lintas di Jalan Margonda. "Jadi akan lebih aman bagi pemotor yang melintas di Jalan Margonda," kata Gandara.

Berita Lalu Lintas
Sosialisasi Jalur Lambat
Sosialisasi Jalur Lambat
Selasa, 09 Januari 2018 01:53 WIB

Petugas Satuan Lalu Lintas Polrestra Depok ( 09/01/2018 ) melaksanakan Sosialisasi pembedaan lajur diperuntukkan untuk angkot & motor agar menggunakan jalur lambat di Jl.Margonda raya, hal ini dilakukan sebagai bentuk menciptakan ketertiban berlalu lintas di Kota Depok.

Berita Lalu Lintas
Perempuan Pengendara Motor Terpelanting Menghantam Aspal dan Tewas di Depok
Perempuan Pengendara Motor Terpelanting Menghantam Aspal dan Tewas di Depok
Selasa, 09 Januari 2018 01:43 WIB

Karena gagal menyalip sepeda motor di depannya, sepeda motor Honda Beat B 6729 ZMI yang dikendarai Elfi Yanti Harahap (22) mengalami kecelakaan. Elfi Yanti berboncengan dengan rekannya Lisma Hayani Siregar (21). Mereka terpelanting ke aspal setelah motor mereka bersenggolan dengan dua sepeda motor lainnya di Jalan Raya Muchtar, Sawangan, Depok, tepatnya di dekat Gang Jati, Minggu (7/1/2018) pukul 07:15. Kedua tubuh perempuan muda itu akhirnya menghantam aspal jalan dengan keras dan sempat terpental. Akibatnya Elfi Yanti Harahap tewas mengenaskan di lokasi kejadian dengan luka terbuka di kepala, memar di dada kiri, patah tulang tangan kiri, serta luka lecet di tangan kaki dan pingggang. Baca: Kadis Bina Marga Bekasi Dampingi Petahana Pilkada 2018 Baca: Bayi Penderita Kelainan Paru-paru dan Ibunya Diusir dari Rumah Kontrakan Sementara Lisma Hayani Siregar, penumpang motor yang dibonceng Elfi Yanti, selamat meski mengalami luka patah tulang kaki kanan. Jenasah Elfi Yanti serta Lisma Hayani yang terluka sempat dibawa ke RSUD Depok, oleh warga sekitar. Selanjutnya jenasah Elfi Yanti yang merupakan warga Kampung Setu RT 3/1, Kelurahan Bintara, Kecamayan Bekasi Barat, Bekasi, diambil keluarga Minggu siang. Sementara Lisma Hayani yang merupakan warga Jalan Raya Parung Ujung, RT 1/6, Kelurahan/Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, serta mengalami patah tulang kaki kanan juga diambil keluarga dari RSUD Depok. Ia dibawa ke pengobatan alternatif akibat patah tulang yang dideritanya. Kanit Laka Lantas Satlantas Polresta Depok Inspektur Satu Joko Irwanto menuturkan peristiwa berawal saat sepeda motor Honda Beat B 6729 ZMI yang dikendarai Elfi Yanti Harahap, berboncengan dengan rekannya Lisma Hayani Siregar melaju dari barat ke timur di Jalan Raya Muchtar atau dari arah Bojongsari ke Pancoran Mas. "Namun di dekat Gang Jati, Sawangan, mereka berusaha hendak mendahului atau menyalip dua sepeda motor lain yang searah dari sebelah kanan. Karena kurang menjaga jarak aman, akhirnya bersenggolan dengan sepeda motor lain yang searah dan mereka tidak dapat menguasai laju kendaraannya," kata Joko kepada Warta Kota, Minggu (7/1/2018). Akibatnya kata Joko, sepeda motor yang dikendarai Elfi Yanti dan Lisma Hayani terpelanting ke kanan setelah bertabrakan dengan sepeda motor lainnya yang searah. "Sepeda motor yang dikendarai korban dan rekannya bersenggolan dan bertabrakan dengan dua sepeda motor lainnya yang searah. Sementara pengendara sepeda motor lain yang tersenggol dan sempat bertabrakan hanya luka ringan saja," kata Joko. Dua sepeda motor yang sempat bersenggolan dan bertabrakan dengan sepeda motor korban adalah motor Honda Vario B 6515 ZCF dan motor Honda Beat F 3957 FBE yang melaju searah di depan korban. "Sepeda motor Honda Vario, dikendarai Hasni Nuraini, usia 28, warga Parung Bingung, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Depok. Sedangkan motor Beat F 3957 FBE dikendarai Ricky Zulkarnain, 38 tahun, warga Kampung Kebon, Cinangka, Depok," katanya. Menurut Joko, dua pengendara motor lainnya itu tidak mengalami luka berat dan hanya luka ringan saja. Selain itu katanya motor korban dan motor Honda Vario yang ditabrak korban mengalami sejumlah kerusakan akibat peristiwa ini dan sempat diamankan pihaknya.

Berita Polres
Pradi: Kita Perang Terhadap Narkotika!
Pradi: Kita Perang Terhadap Narkotika!
Senin, 18 September 2017 02:17 WIB

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna ambil bagian dalam razia obat-obatan keras di sejumlah apotek di Kota Depok, Jumat (15/9) sore. Razia sebagai bentuk tindak lanjut dari efek maut pil PCC, yang sudah menewaskan puluhan anak di Kendari. Razia digagas oleh Satuan Reserse Narkoba Polresta Depok, yang bekerjasama dengan BNN Kota Depok dan Pemkot Depok. Pantaun Radar Depok, salah satu lokasi razia adalah apotek di Jalan KSU, Sukmajaya. Pradi mengaku sangat prihatian atas kasus penyalahgunaan obat keras di Kendari. Lebih-lebih sampai harus merenggut nyawa generasi bangsa. “Dan ini memang PR kita sebagai anak bangsa. Bagimana bisa menjaga generasi muda. Aset masa depan,” ungkap Pradi kepada Radar Depok. Lebih lanjut, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok ini berujar, saat ini obat-obatan keras atau narkotika tidak hanya menyasar kepada usia produktif, namun lebih jauh kepada anak-anak. “Makanya ini (razia) bentuk antisipasi dari Pemkot Depok. Kita perang terhadap narkotika. Bekerja sama dengan Polres (Depok) dan BNN. Insya Allah pada akhirnya narkotika bisa kita cegah,” beber dia. Ia menjelaskan, sudah jelas terdapat peraturan yang melarang peredaran obat tersebut. Karenanya ia menjamin, seluruh apotek yang belum memiliki izin dan menjual pil PCC akan ditutup. “Pengawasan seperti razia sudah dilakukan. Tinggal saat ini bagaimana segala peraturan lebih ditingkatkan,” tegas dia. Seperti diketahui, pada razia tersebut memang tidak ditemukan pil PCC. Namun demikian, Kasat Reserse Narkoba Polresta Depok, Kompol Malvino Sitohang menuturkan, pihaknya berhasil mengamankan beberapa butir pil dumolit, yang namanya sempat beken usai menjerat artis belum lama ini. “Kami tentu akan melakukan razia lagi. Tak hanya hari ini,” pungkasnya.